Kamis, Juli 24, 2008

Badminton Merdeka Cup dan Perayaan 17 Agustus-an 2008



Kalau ingat pertandingan Badminton Merdeka Cup 2008 yang di adakan oleh kantorku VICO Indonesia hari Rabu yang lalu tanggal 23 Juli 2008, benar-benar mengingatkanku akan keberhasilan team piala uber 2008 yang berhasil maju ke Final.

Waktu di tawari untuk menjadi pemain sebenarnya tanpa persiapan, baru ikut latihan 2 kali di GOR Pasar Festival. Semua orang pasti meragukan kemampuanku main badminton yang pas-pas-an ini. Aku memang hanya main badminton di depan rumah, lawan Leo dan Jessy dan main tanpa net. Kalau coordinator team badminton masing-masing divisi di suruh memilih siapa karyawati yang akan membela team mereka pasti gak ada yang memilih aku atau aku merupakan pilihan terakhir yang akan di pilih, biasanya pilihannya pasti pemain yang sudah biasa berlatih dan sudah jago bermain di lapangan.Ternyata mas Rizal sebagai coordinator teamku, malah memberi aku kesempatan untuk jadi pemain inti team Mutiara. Malah aku mendapatkan raket Yonex untuk bermain di babak penyisihan.

Satu hari sebelum bertanding di Badminton Merdeka Cup 2008, hari Selasa tgl 22 Juli 2008 dengan nekadnya aku mencalonkan diri bermain ganda campuran dengan Jessy untuk membela RT 009 dalam rangka merayakan 17 Agustus-an di pertandingan tingkat RT. Lawan pertama adalah dari RT 012. Partai yang di mainkan ada 3 partai yaitu tunggal putra, ganda campuran dan ganda putra. Partai pertama adalah tunggal putra yang di wakili oleh Zulham ternyata kalah, selanjutnya partai ke dua adalah ganda campuran yang di wakili oleh aku dan Jessy. Melihat partai pertama kalah, aku bilang ke Jessy “Wah artinya kalau mau maju ke babak selanjutnya kita harus menang dong?”. Padahal aku cuma pengen senang-senang dan main-main aja nggak main secara serius. Ternyata hasilnya mengejutkan aku dan Jessy menang tanpa perlawanan yang berarti. Dalam hati aku berpikir bahwa kemenangan ini karena aku yang beruntung, Jessy yang bermain dengan baik atau lawannya yang tidak bisa main ya? Apapun alasannya tetap saja aku dan Jessy menang dan berhasil menyumbangkan 1 angka untuk RT 009. Ganda putra ternyata menang juga sehingga kami maju ke babak selanjutnya melawan pemenang badminton tahun lalu RT 003. Sayang kemaren hari Kamis tgl 24 Juli 2008 RT kami kalah, aku memang tidak bermain lagi karena hari Jum’at akan pergi ke Jawa Tengah untuk mengikuti acara Ziarah Rohani Kristiani yang di adakan oleh kantor. Lawan kami terlalu tangguh untuk di kalahkan.

Tadinya untuk bermain di Badminton Merdeka Cup 2008, aku tidak percaya diri tapi dengan modal kemenangan yang aku peroleh di pertandingan tingkat RT membuatku jadi percaya diri. Ternyata apapun bisa saja terjadi di lapangan. Walau aku selalu mengatakan ke coordinator teamku untuk tidak mengharapkan mengambil point kemenangan dari partai ganda campuran yang aku mainkan. Hari Rabu tgl 23 Juli 2008, aku bermain ganda campuran berpasangan dengan mas Agus Salim. Partai yang di pertandingkan adalah 2 ganda putra dan 1 ganda campuran. Saat team kami bertanding ternyata 3 partai di mainkan bersamaan.



Partai penentuan itu. Samar-samar aku mendengar kalau posisi team kami adalah 1-1. Jadi game yang kami mainkan merupakan game penentuan untuk melaju ke semifinal. Game pertama aku dan mas Agus Salim kalah. Game kedua ternyata kami berhasil menang. Pertandingan berjalan dengan sangat alot karena lawan kami adalah Pak Djarno dan Bhakti yang ternyata bermain dengan sangat bagus. Kami semua kelelahan secara fisik karena harus bermain 3 set. Sampai harus istirahat dan minum dulu. Lagi-lagi mungkin keberuntungan ada di pihak kami, karena lawan kami sebelumnya sudah bermain dulu, mereka kelihatan lebih capek. Aku sendiri juga sudah mulai lelah, tapi mas Agus bermain dengan sangat bagus. Sampai jungkir balik dan terjatuh untuk mengambil shuttle kok. Kami akhirnya berhasil menang dengan score yang sangat tipis di game ke-3 dengan score 19-21. Bermain di bawah tekanan dan di ragukan membuatku bermain tanpa ekspresi. Penonton yang berteriak di pinggir lapangan baik supporter lawan maupun supporter yang mendukung kami amat sangat ramai dan heboh. Aku sendiri saking tegangnya sudah tidak mendengar lagi apa yang di komentari para penonton. Wah tidak menyangka partai yang kami menangkan menentukan team kami melaju ke semifinal. Akhirnya walau aku selalu di ragukan oleh orang lain dan di anggap tidak bisa bermain bulutangkis dengan baik ternyata berhasil membuat kejutan dengan sangat manis dengan memenangkan partai ganda campuran.

Apakah aku akan seberuntung itu di pertandingan semifinal nanti pada hari Selasa tgl 29 Juli 2008?

SEMIFINAL, Selasa 29 Juli 2008, pagi-pagi udah bingung nyari sepatu olahraga ke mana. Masa ilang? Jessy sampai ngomel katanya aku teledor, mau bertanding hari ini tapi tidak menyiapkan dari kemaren. Salah juga sih, tapi karena buru-buru mau berangkat jadi akhirnya aku pergi ke kantor tanpa membawa sepatu olahraga. Rencananya siang baru aku akan beli aja sepatu baru....



Lawan kami memang di atas kertas lebih tangguh, tapi kami harus tetap bertanding walau tidak di unggulkan. Susunan pemain yang di pilih adalah Mas Rizal-Bang Zul, Jeffry-Ferdy dan tentu saja aku (Ratih)-Mas Agus.

Pertandingan partai pertama berlangsung cukup seru, sayang kami kalah. Aku sudah deg-deg-an karena kalau partai ke 2 menang artinya aku dan mas Agus akan menjadi penentu kemenangan. Sayang partai ke 2 juga kami akhirnya kalah. Waktu aku bertanding untuk partai ke 3 ternyata kami tidak bermain dengan baik, tapi kalau di pikir-pikir mungkin karena kurang pengalaman dan jarang latihan juga sih. Akhirnya aku dan mas Agus harus menyerah kalah juga. Pertandingan hari itu kami kalah telah 3-0.

Masih ada partai perebutan juara ke-3, masih aku berpikir butuh keberuntungan untuk memenangankan pertandingan yang akan di laksanakan pada tanggal 12 Agustus 2008 besok.

Perebutan Juara Ke-3. Selasa, 12 Agustus 2008, GOR Pasar Festival, Kuningan, Jakarta. Maunya main habis-habisan tapi di atas kertas lawan kami memang lebih kuat. Komposisi Team yang di turunkan adalah Mas Rizal-Ferdy, Mas Agus-Ratih dan Pak Fadil-Bang Zul. Aku harus langsung main melawan Pak Fauzen-Ibu Milka, sebelum main sudah di beri pesan-pesan supaya main sebaik mungkin dan memperoleh angka, dalam hati sebenarnya aku bermain dengan pesimis dan tanpa keyakinan akan menang..tapi berhubung di percaya untuk main ya harus tetap percaya diri.



Apa boleh di kata, akhirnya mas Agus dan aku menyerah tanpa perlawanan yang berarti, keringat juga cuma sedikit, gak capek lagi...tapi ada hikmahnya juga jadi besok bisa kerja tanpa pegal linu. Wah pengalaman yang amat berkesan selama bertanding badminton, niatnya sih mau latihan rutin supaya lain kali lebih siap jika akan bertanding.... Team kami akhirnya menyerah kalah dengan nilai 2-1, kami tetap juara walau hanya juara ke-4.


Engrada290708

Tidak ada komentar: