Selasa, Maret 25, 2008

Malimping, pantai terindah di hati kami

Jika di tanya, mana pantai terindah di dunia. Mungkin jawabannya bukan Pantai Kuta di Bali atau Honolulu di Hawaii. Tapi Malimping adalah jawaban yang akan kami berikan karena Malimping adalah pantai terindah di hati kami, paling tidak kami mempunyai ikatan batin dengan Malimping di Banten, Jawa Barat.



Pantai di Malimping begitu indah dan bersih, mungkin karena belum terjamah oleh turis dan belum menjadi tempat wisata yang di kelola secara profesional. Pasirnya begitu lembut dan debur ombaknya terdengar indah. Serasa pantai milik pribadi karena tidak ada orang lain di tempat itu, semua pantai di sepanjang Malimping amat indah, ada yang mempunyai pemandangan karang-karang di sepanjang pantainya sehingga menahan ombak yang datang dari laut. Anak-anak begitu menikmati bermain di pantai....



Sebelum bertemu dengan Jessy, aku tidak pernah membayangkan daerah yang namanya Malimping. Dulu waktu masih pacaran dan belum menikah dengan Jessy, Jessy selalu antusias ketika menceritakan bagaimana indahnya Malimping, dengan pantainya, perkebunan keluarga dan tempat tinggal keluarga Elgersma. Yah memang masih ada sisa-sisa cerita mengenai masa kejayaan Belanda dulu ketika membuka perkebunan di tanah air kita yang amat subur ini. Aku selalu membayangkan bagaimana dulu perkebunan di buka oleh bangsa Belanda. Opa Elgersma memang asli Belanda dan Opa memutuskan untuk menjadi warga negara Indonesia dan menikah dengan Oma Onih yang asli Indonesia (Sunda). Di sinilah cerita mengenai Malimping di mulai....


Semenjak menikah dengan Jessy dan Leo lahir di tahun 1998, dalam setahun minimal 2 kali kami berlibur ke Malimping. Kami sampai membuat sebuah rumah kecil yang sebagian besar dari kayu dan bambu untuk tempat kami menginap jika kami datang ke Malimping. Kami senang tidur beramai-ramai di ruang tamu sambil bermain tebak-tebakan atau bermain kartu.



Leo dan anak-anak senang bermain di pasir, pasir di pantai begitu lembut dan bersih. Mereka sering "luluran" dengan pasir yang ada di sana. Sengatan sinar matahari yang panas tidak mereka perdulikan karena mereka akan segera berlari ke laut untuk mendinginkan badan.




Selama di Malimping kami benar-benar menikmati liburan, suasana yang sepi dan tanpa televisi sangat kami nikmati. Membaca buku atau bacaan apapun sambil tiduran seraya di hembus angin sepoi-sepoi sungguh nikmat buatku. Kami juga senang makan ikan karena di sana harganya murah, ikan tersebut masih segar karena baru di tangkap oleh para nelayan. Kami sering menunggu di tepi pantai menunggu para nelayan kembali dari laut. Ikan favourite Leo adalah ikan kakapasan, ikan ini tidak banyak duri sehingga anak-anak dapat makan dengan aman. Buat Leo ikan paling enak sedunia adalah ikan kakapasan apalagi Jessy selalu memasak dan menggoreng ikan buat kami di tempi pantai. Jessy memang koki terbaik dalam hidupku.



Bermain di pantai adalah hiburan yang paling menyenangkan buat Leo dan anak-anak. Di bandingkan dengan bermain di mall di Jakarta, pantai di Malimping adalah tempat bermain paling menyenangkan buat Leo.



Kalau bosan bermain di pantai kami masih punya tempat bermain lainnya yaitu sawah. Leo senang naik di atas kerbau yang sedang membajak sawah. Pengalaman yang tidak akan pernah di dapatkan di kota Jakarta yang serba tertutup bangunan dan gedung-gedung tinggi. Atau kami akan bermain dan berpetualang ke hutan dan ke sungai yang ada di belakang rumah sambil mencari udang kali.



Bakar ikan, udang atau cumi di depan rumah... mmm...membuat perut terasa lapar.... Leo selalu makan banyak jika berlibur, mungkin suasana yang berbeda membuat selera makan jadi bertambah.... terbalik dengan aku yang musti menahan diri untuk tidak makan banyak karena bisa membuat berat badan jadi naik setiap liburan.



Malimping benar-benar tempat kami melepas segala kepenatan selama tinggal di Jakarta. Melepas semua setress dalam menghadapi pekerjaan, kemacetan, polusi dan panasnya Jakarta. Ah tak sabar rasanya menunggu liburan untuk ke Malimping....




engrada, 26 Maret 2008

3 komentar:

joko mengatakan...

memang tempat yang cukup indah disana.terkadang saya selalu merasa bosan karna cukup sepi juga,tetapi kalo sudah di jakarta cukup merindukan tempat itu.dan akhirnya sampai sekarang saya lebih banyak di malimpingnya di banding jakarta.

dhinie mengatakan...

stujuu,,malimping itu indahhh banget,,serasa pantai milik sendiri masih sepi dan bersih belum terkontaminasi oleh manusia2 yang tidak bertanggung jawab yang bisanya hanya merusak keindahan alam saja....so sebelum terlambat,,,pantai malimping harus kita jaga.....

Anonim mengatakan...

mau tanya, apakah di pantai malimping ini tersedia penginapan? rasanya berminat sekali untuk kesana, tapi setelah jauh2 kesana tidak ada penginapan sungguh membingungkan kami nantinya.