Senin, Juni 10, 2013

Ulang Tahun yang berbeda

Senin, 10 Juni 2013, yang pertama kali mengucapkan selamat ulang tahun malah Leo, entah jam berapa…tau-tau Leo mencium pipiku dan bilang “Mah, selamat ulang tahun yah”. Aku malah tanya, memang sekarang jam berapa? Sepertinya Leo tidur larut malam, dan jam sudah melewati jam 12 malam. Lalu aku melanjutkan tidur lagi….. Bangun tidur giliran Jessy yang mengucapkan selamat ulang tahun, tapi Adel malah protes…. “Papa gak boleh cium Mama”, katanya. Hehe.. Adel memang lucu, baginya aku ini hanya miliknya… sambil merajuk dia bilang “Mama gak boleh kerja”. Wah gawat..kalau habis weekend, pasti Adel gak suka aku kembali kerja…. Selanjutnya Mami ku yang mengucapkan selamat ulang tahun.

Aku sudah pesan ketupat sayur di kantor untuk acara sarapan bareng hari ini…. Kira-kira teman-teman kantor ada yang ingat kalau hari ini aku ulang tahun tidak yah? Tapi karena sarapan sudah tersedia jadi mau tidak mau jadi aku yang bilang sendiri kalau hari ini aku ulang tahun…..hehe…maklum biasa mengurusi orang lain, jadi tidak ada yang mengurusi diri sendiri…..biasanya aku selalu jadi EO acara ulang tahun teman kantor.

Tadinya acara berlangsung dengan lancar, tapi tiba-tiba ada kejadian tidak mengenakkan yang terjadi. Salah satu expat di kantorku protes dengan bau makanan yang ada dan meminta aku memindahkan semua makanan ke tempat lain. Pintu ruangan-nya langsung di tutup rapat-rapat. Wajahnya kelihatan sekali kalau sedang bad mood. Sayang ia tidak langsung protes tapi lewat sekretarisnya….oow… ada apa yah? Apa si expat sedang bad mood dan kebetulan ada “bau” masakan Indonesia yang tidak di sukai nya?

Lalu apa reaksiku? Sedih sudah pasti, bayangkan ada seseorang yang membubarkan acara ulang tahunku……. Padahal di kantor kami biasa menggelar makanan di cubical dan bau masakan yang biasanya di timbulkan lebih heboh dari hari ini, tapi tidak ada yang protes. Makanan Indonesia kan memang khas dengan bumbu-bumbu rempah-rempah nya. Tapi aku memilih untuk mengalah, bukan takut karena yang protes adalah expat dengan jabatan yang cukup tinggi tapi aku menghindari konflik yang akan terjadi kalau aku tidak mengalah………..aku langsung sms OB dan meminta untuk memindahkan makanan ke lounge. Kejadian ini menimbulkan banyak tanda tanya dari teman sekitarku, tapi aku hanya bilang “Mungkin ini kado terindah dalam hidupku, karena Tuhan sedang menguji kesabaranku”.

DOA Ulang Tahun

Allah Bapa di surga, terima kasih sudah memberi kehidupan sampai usiaku yang sekarang ini.

Bertambahnya usia semoga membuatku semakin sabar dalam menghadapi segala hal, tidak mudah menyerah ketika ada persoalan dan tidak berlebihan ketika bahagia.

Semoga aku tetap semangat dalam hidup, selalu menjaga diri, rajin berolahraga dan menghindari hal-hal yang tidak baik.

Jadikan aku anak yang berbakti, ibu yang baik, istri yang setia, kawan yang selalu ada di saat di butuhkan dan orang yang berguna untuk orang lain.

Amin.

Senin, Mei 20, 2013

Cerita tentang Demam Berdarah


Cerita ini aku tulis sebagai rasa bersyukur kepada Tuhan karena sudah sembuh dari penyakit demam berdarah yang menurut sebagian orang menakutkan, tapi ternyata dengan penanangan yang tepat demam berdarah dapat di sembuhkan. Sekaligus juga mau berterima kasih untuk dokter yang sudah merawat aku waktu terkena demam berdarah di RS Omni Medical Center Pulomas, dr Didi Kurniadhi SP PD, semua perawat dan tenaga medis, keluargaku yang sudah menjaga, menemani dan mendoakan juga teman-teman yang sudah memberi semangat selama aku di rawat inap dari tanggal 4-8 May 2013.

Mudah-mudahan cerita ini berguna untuk yang membacanya, tidak panik waktu di diagnosa terkena demam berdarah dan jika terkena bisa di tangani dengan tepat dan benar..

Apa sih demam berdarah itu? Ada banyak artikel yang bisa di cari di google, salah satunya adalah dari http://id.wikipedia.org/wiki/Demam_berdarah. Demam berdarah (DB) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Lengkapnya bisa di baca di link tersebut.

Biasanya orang sering tidak sadar kalau dirinya terkena demam berdarah sampai dilakukan test darah di hari ke 4-5 setelah mulai merasa tidak enak badan. Hasil dari test darah tersebut biasanya ada tanda bintang di area lekosit dan trombosit, semua di bawah normal.

Ceritaku…

Mulai Sakit……Selasa, 30 April 2013, pagi itu tiba-tiba saja aku merasa tidak enak badan, padahal waktu berangkat ke kantor masih baik-baik saja. Badan rasanya lemas tidak bertenaga, kepala terasa berat dan mulai agak demam. Akhirnya aku minta obat ke Klinik kantor dan di beri panadol biru. Semakin siang badan makin terasa tidak enak, teman-teman menawarkan rujak dengan buah favouriteku “melon” pun aku sudah tidak berselera. Karena makin tidak kuat, akhirnya aku memutuskan untuk tiduran di klinik saja. Sore hari badan sudah semakin tidak karuan rasanya. Malam itu aku mulai menggigil kedinginan, badan sakit semua sampai aku tidak mau di kerok karena di pegang saja badanku sakit, hanya mau di balur dengan minyak angin kayu putih saja. Adel juga ikutan membantu memijat melihat aku sakit, Adel yang lucu langsung mengambil minyak kayu putih melihat aku sakit.

Rabu, 1 Mei 2013 aku memutuskan tidak masuk masuk kerja. Selain panadol aku minum mefinal untuk meredakan rasa sakit di seluruh badan. Sore hari aku sempat beli mpek-mpek amoy di dekat rumah karena lidah sudah mulai terasa pahit dan kehilangan napsu makan. Baru makan setengah Leo ingin juga mencicipi mpek-mpek jadi aku biarkan Leo menghabiskan mpek-mpek nya. Hari itu setelah minum mefinal dan makan mpek-mpek aku mulai merasa membaik, walau malam hari aku masih merasa kedinginan dan menggigil.

Kamis, 2 Mei 2013 aku merasa membaik sehingga aku masuk kerja, karena merasa enakan aku tidak minum obat lagi karena aku pikir aku hanya kecapekan saja. Tapi di malam hari aku kembali merasa kedinginan dan menggigil.

Jum’at, 3 Mei 2013 karena lagi-lagi merasa baik-baik saja aku tetap masuk kerja. Tapi sepanjang hari di kantor aku merasa kedinginan, sampai berulang kali ke toilet untuk menghangatkan tangan di hand dryer. Berkali-kali mengganti air minum dengan air panas supaya bisa aku pegang gelasnya untuk mengalirkan hawa hangat ke badanku. Aku masih sempat mengikuti Misa Jumat Pertama di Kapel City Plaza dekat kantor dan sempat menyelipkan doa supaya aku di beri kesehatan dan baik-baik saja. Malam hari aku kembali menggigil kedinginan yang tak tertahankan, sudah 2 selimut, botol panas tidak mempan melawan hawa dingin yang aku rasakan.

Sabtu, 4 Mei 2013, libur….senang rasanya bisa istirahat. Badan masih terasa tidak enak, aku lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur saja. Kali ini bahkan di siang hari pun aku merasa kedinginan dan menggigil. Iseng aku coba mengukur suhu badan ternyata 40 derajat celcius….wah aku mulai merasa kalau tidak enak badan ini bukan karena kecapekan atau sakit biasa. Sore aku memutuskan untuk ke dokter saja. Sampai di UGD RS Omni Medical Center, aku di tangani oleh dokter jaga, aku sampaikan semua keluhanku. Karena ini sudah hari ke 5 aku tidak enak badan, dokter memintaku untuk cek darah saja. Apakah aku kena thypus atau kena demam berdarah. Karena hasil pemeriksaan darah lama, lebih dari 1 jam, aku pulang dulu ke rumah karena jarak rumah dan rumah sakit dekat saja. Nanti kalau ada hasil aku kembali lagi ke rumah sakit.

Kira-kira 2 jam kemudian, aku menghubungi rumah sakit untuk mengetahui hasil lab. Karena hasil lab sudah ada aku kembali ke rumah sakit, aku pikir tinggal mengambil obat saja, tapi sampai di ruang UGD perawat memberi informasi kalau aku harus di rawat. Wah aku pikir kenapa musti di rawat memang aku sakit apa? Ternyata trombosit ku turun ke angka 90.000 sedangkan normalnya adalah 150.000. Dari hasil trombosit itu lah aku di nyatakan positif demam berdarah. Karena aku tidak siap di rawat aku minta ijin dulu pulang dulu ke rumah, mau mandi, menyiapkan baju dan menidurkan Adel dulu.

Malam itu untuk ketiga kalinya aku bolak balik rumah sakit – rumah. Karena kuatir aku juga minta Jessy suamiku cek darah karena Jessy juga mengeluh sakit yang sama, hanya beda 1 hari saja denganku. Untung hasil lab Jessy masih bagus trombositnya 160.000 bisa rawat jalan saja. Tapi karena Jessy sakit, malam itu aku tidak ada yang menjaga di rumah sakit, aku kasihan juga melihat kondisi Jessy yang juga lemas dan pucat. Aku hanya berpikir selagi kita di rawat di rumah sakit tidak mungkin perawat atau dokter membiarkan aku sendirian, pasti selalu di pantau dan di cek. Malam itu juga tiba-tiba aku datang bulan (mestruasi/haid) padahal belum waktunya, apa ini pengaruh demam berdarah aku tidak tau juga (tapi menurut info di link berikut http://id.wikipedia.org/wiki/Demam_berdarah Pada beberapa epidemi, pasien juga menunjukkan pendarahan yang meliputi mimisan, gusi berdarah, pendarahan saluran cerna, kencing berdarah (haematuria), dan pendarahan berat saat menstruasi (menorrhagia)).

Minggu, 5 Mei 2013, badanku terasa makin lemas, tapi sudah tidak demam, perutku juga mual apalagi kalau bagian ulu hati di tekan, mulut masih terasa pahit. Kalau di buat jalan rasanya seperti melayang-layang. Yang membuat aku tidak nyaman selama di rumah sakit adalah tiap pagi dan sore ada petugas lab yang mengambil sampel darah untuk pemeriksaan trombosit. Eeeuuuh… pengalaman yang tidak menyenangkan….terutama waktu ada petugas yang gagal mengambil darah, serasa melihat “vampire” saja, belum kalau harus di skin test karena aku banyak alergi obat, untung hanya 1 kali saja test skin di lakukan selama di rawat…..andai boleh memilih, aku memilih sehat saja daripada sakit.

Baru hari ini dokter Didi berkunjung dan memeriksaku, pesan nya adalah aku harus bedrest tidak boleh turun dari tempat tidur, tidak boleh gosok gigi karena takut gusinya berdarah. Malam itu aku juga tidak ada yang menjaga di rumah sakit karena Jessy juga masih belum sehat benar. Waktu aku sedang sendirian menonton tv, ada 3 orang perawat yang tiba-tiba datang menghampiriku, salah satu perawat memberikan informasi kalau trombositku turun menjadi 50.000 jadi aku benar-benar harus bedrest dan tidak boleh turun dari tempat tidur…. Oooow antara panik dan bingung aku menerima informasi itu, maklum sendirian tidak ada seorangpun yang bisa di ajak bicara dan tidak tau resiko kalau trombosit makin turun bagaimana. Aku jadi semakin galau karena tetangga sebelahku yang besok akan di operasi batu ginjal sedang telephone ke keluarganya untuk minta maaf. Aku jadi berpikir, andai terjadi apa-apa dengan diriku aku musti minta maaf ke siapa yah? Yang pasti aku akan minta maaf sama mami karena sebagai anak pasti banyak melakukan kesalahan, yang selanjutnya pasti ke suami dan anak-anak. Wah malam itu pikiranku kacau sekali, sampai aku sempat menangis sendiri di tempat tidur…………….intinya aku hanya bisa berpasrah dan berdoa. Kangen juga sama Leo dan Adel, untung Adel sudah tidak minum ASI lagi…. Jadi aku tidak terlalu berat meninggalkan di rumah.

Senin, 6 Mei 2013, mulai pagi ini aku menurut apa kata dokter, jadi mandi pun aku di tempat tidur, di bantu oleh perawat. Padahal kemaren aku masih mandi sendiri di rumah sakit tanpa di bantu perawat. Tapi karena aku sedang datang bulan aku tetap minta kompensasi ke perawat untuk ke kamar mandi jika mau buang air kecil atau buang air besar atau ganti pembalut. Hari ini waktu dokter Didi datang berkunjung, info kalau trombositku naik jadi 40.000…. wah padahal kemaren perawat bilang turun ke 50.000 artinya tambah turun yah….ternyata hasil 50.000 itu hasi test darah hari sabtu malam, hari minggu hasil trombositku adalah 37.000 di pagi hari dan 40.000 di malam hari…mmm antara lega dan bingung juga sih….tapi menurut info yang aku dapat kalau sudah naik trombositnya pasti akan naik terus walau pelan-pelan. Untung bukan hasil yang 37.000 yang di informasikan semalam, kalau hasil itu yang di informasikan pasti aku panik sendiri karena tidak ada yang menemani.

Aku juga mulai di pasang alat untuk penghitung infus, karena tetesan infus sudah tidak bisa di atur secara manual lagi oleh perawat dan harus di percepat supaya trombositku cepat naik. Jadi 1 infus harus habis dalam jangka waktu 4-5 jam. Alat itu canggih juga, kalau habis langsung berbunyi, kalau tidak jalan atau mempet juga berbunyi. Jadi kalau alatnya berbunyi aku tinggal pencet bel saja supaya ada perawat yang datang untuk mengganti infus.

Hari ini trombosit ku sudah mulai naik ke angka 60.000 di pagi hari dan 90.000 di sore hari. Tapi entah bagaimana hari itu aku merasa agak sesak nafas, rasanya berat sekali kalau mau ambil nafas. Mungkin ini pengaruh kebanyakan di infus. Waktu dokter Didi berkunjung aku sampaikan keluhanku, dan sepertinya ada obat tambahan yang di berikan. Aku juga bertanya kapan boleh pulang, kata pak dokter kalau trombositku sudah di atas 100.000 aku boleh pulang. Pagi hari mamiku dan mami mertuaku datang menemami setelah itu kakakku kak Sinta yang menemani di rumah sakit sedangkan siang hari Leo yang menemani karena masih libur menunggu hasil ujian SMP. Semua panik melihat hasil trombositku yang turun terus, jadi aku tidak di biarkan sendirian di rumah sakit. Malam ini Jessy menemaniku di rumah sakit, aku juga pindah posisi tempat tidur ke dekat jendela karena teman sebelahku pindah kamar. Jadi seperti di kelas VIP saja karena kamar yang seharusnya berdua jadi sendiri .

Selasa, 7 Mei 2013, pagi itu hasil trombositku sudah mulai beranjak naik terus, hasil tes lab pagi hari trombositku naik menjadi 109.000. Wah artinya aku sudah boleh pulang……tapi karena aku juga masih datang bulan, dokter bilang aku baru boleh pulang besok, sambil menunggu hasil lab sore ini dan besok pagi. Siang Leo yang kembali menemaniku dan Jessy menemaniku di waktu malam.

Rabu, 8 Mei 2013, hasil trombosit kemaren sore sudah 131.000 dan pagi ini 132.000, aku di ijinkan pulang oleh dokter Didi dan rawat jalan di rumah. Di perjalanan pulang ke rumah aku berpapasan dengan Adel, Adel langsung masuk ke dalam mobil dan minta pangku, senang sekali melihat aku datang. Akhirnya kangen dengan Adel terobati. Tapi aku masih belum boleh kerja dulu, jadi minggu ini full aku tidak masuk kerja karena demam berdarah, masih harus bedrest di rumah. Malam ini aku mulai tidur di rumah, tapi ternyata aku tidak bisa tidur nyenyak

Kamis, 9 Mei 2013, bangun tidur tiba-tiba leher dan bahuku sakit semua, aku tidak bisa menoleh, seperti orang salah tidur saja. Sayang aku tidak bisa menghubungi dokterku, jadi aku minum obat sisa dari rawat inap yang fungsinya untuk demam atau pereda nyeri. Aku juga menggunakan bantal panas untuk meredakan nyeri di bahu, tidak lupa segala minyak angin sampai salep counterpain aku pakai dan gosok ke bahu. Tapi rasa nyeri itu tidak bisa hilang. Malam ini aku benar-benar tidak bisa tidur, aku terbangun di tengah malam, minum obat untuk meredakan nyeri dan menggunakan bantal panas untuk mengurangi rasa nyeri di bahu.

Jum’at, 10 Mei 2013, tadinya aku berencana untuk ke dokter saja sore ini walaupun jadwal kontrol masih hari sabtu, tapi aku membatalkan rencana itu….ah lebih baik sesuai jadwal saja kontrolnya. Akibatnya malam ini aku kembali tidak bisa tidur dan kembali terbangun di tengah malam sambil merasakan bahuku yang nyeri sekali.

Sabtu, 11 Mei 2013, pagi-pagi aku harus ke lab dulu untuk periksa trombosit, sgot dan sgpt ku sebelum control ke dokter karena keluar dari rumah sakit ada gangguan fungsi hati akibat sakit demam berdarah. (Ternyata di link ini http://medicastore.com/penyakit/47/Demam_Berdarah_Dengue.html memang ada hubungan antara demam berdarah dengan gangguan fungsi hati (pembesaran hati)). Ternyata hasil trombositku sudah bagus 400.000 artinya aku sudah sembuh dari penyakit demam berdarah, tapi sayang sgot dan sgpt ku masih di beri tanda bintang. Waktu bertemu dokter Didi, wah langsung semua keluhan terutama bahuku yang sakit aku sampaikan, tadinya aku mau minta “pain killer” saja atau minta di terapi karena sudah tidak tahan dengan sakitnya. Tapi ternyata menurut dokter Didi, bahuku sakit karena ototnya kaku saja mungkin terlalu banyak bedrest, lalu aku di beri obat racikan dan bio curliv. Tidak boleh kerokan atau di pijat terlalu kencang, takut malah cedera ototnya. Ternyata obat racikan nya manjur, malam ini baru aku bisa tidur dengan nyenyak setelah tidak bisa tidur nyenyak selama sakit 2 minggu…..terima kasih ya dokter Didi.

Berhubung hasil lab ku masih ada bintangnya aku harus kembali kontrol minggu depan…. Jujur aku ingin bercerita lagi mengenai kondisiku yang lebih baik, aku tidak ingin sakit walau kadang kita tidak bisa mencegah kapan kita sakit. Aku ingin tetap sehat supaya bisa beraktifitas seperti biasa, bisa kerja, bisa main dengan Leo dan Adel, bisa membantu orang lain. Tapi seperti yang dokter Didi bilang….banyak berdoa saja ya bu….. jaga makanan, jangan makanan yang mengandung santan, mulai olah raga, dan satu lagi jangan banyak pikiran….oh andai hidup semudah itu yah dok......

Catatan kecil, selama di rumah sakit aku minum angkak, juice jambu merah, sari kurma, pocari sweat pokoknya semua yang di informasikan orang aku minum supaya trombosit cepat naik dan bisa segera pulang ke rumah. Percayalah pada dokter, perawat dan tenaga medis yang merawat di rumah sakit, ikuti semua instruksi yang di berikan. Jangan lupa berdoa yah, karena semua adalah rencana Tuhan, sakit atau sehat pasti ada maksudnya, mengingatkan kita untuk lebih menjaga dan memperhatikan badan kita sendiri. Kalau bukan diri kita yang menyanyangi lalu siapa lagi.....tetap sehat tetap semangat dalam menjalani hidup ini.

Selasa, Februari 19, 2013

Cerita tentang Pembantu Rumah Tangga

Nur, Rah, Ros, Nisa, Kirti, Yanti, Tini dan Santi itulah nama-nama yang aku ingat sebagai asisten pribadiku di rumah alias pembantu rumah tangga. Dari semua nama yang pernah bekerja denganku selama aku 15 tahun berumahtangga ada yang bekerja selama 1 tahun ada juga yang sampai 5 tahun. Ada 2 orang lagi yang aku lupa namanya tapi mereka baru bekerja 1 minggu dan 1 bulan jadi aku tidak ingat.

Pembantu pertamaku namanya Nur, asalnya dari Malingping-Banten, kami biasa memanggilnya Nurce, mungkin ini efek dari Jessy yang ada keturunan Belanda biasanya nama sering di tambah akhiran “ce”. Dulu Nurce bekerja di mertuaku waktu aku masih pacaran dengan suamiku. Waktu itu Nurce bilang kalau sampai aku menikah, ia ingin ikut dengaku. Ternyata memang Nurce menjadi pembantuku sewaktu aku menikah. Nurce ini orangnya rajin, tidak perlu di suruh sudah tau tugas-tugasnya. Kalau mengepel masih cara manual menggunakan kain pel tidak mau menggunakan pel yang berbentuk tongkat, katanya nanti tidak bersih. Walau ada mesin cuci tetap saja baju kami di sikat satu persatu. Kalau Papi ke rumahku biasanya berkomentar, “ Wah rumahmu bersih sekali yah…”. Pokoknya secara pekerjaan aku puas. Waktu aku punya anak pertama Leo, Nurce benar-benar menjadi asisten yang bisa di andalkan. Waktu itu aku tinggal jauh dari orangtua jadi kehadiran Nurce benar-benar membantuku. Sayang waktu Leo berumur 1 tahun Nurce tiba-tiba minta ijin pulang kampung karena bapaknya sakit. Aku sedih apalagi tidak lama setelah Nurce pulang Leo jatuh sakit dan harus di rawat di RS. Tidak lama aku mendengar kalau ternyata Nurce menikah lagi di kampungnya. 15 tahun lalu gaji pembantu hanya Rp. 80,000,- waktu itu aku jadi ibu rumah tangga, tidak bekerja seperti sekarang.

Rah, nama pembantu keduaku, ia orang Betawi, rumahnya tidak terlalu jauh dari rumahku dulu di Pondok Cipta. Rah tidak menginap di rumah jadi ia datang pagi dan pulang sore. Rah ini juga orangnya rajin tidak perlu di suruh sudah tau apa yang musti di lakukan. Sayang ia hanya bisa bekerja sampai 1 tahun saja karena aku harus kembali ke rumah orangtuaku di Jl Tiner. Rumah di Pondok Cipta akhirnya kami kontrakkan ke orang lain.

Aku memutuskan untuk bekerja full time waktu Leo sudah berusia 2 tahun, dengan persetujuan Leo juga aku di perbolehkan untuk bekerja. Aku kembali mencari pembantu untuk menjaga Leo dan mengurus rumah tangga. Namanya Ros, ia juga dari Malingping-Banten. Pengalamanku dengan Ros biasa saja, kami jarang berkomunikasi karena aku sudah mulai sibuk bekerja kantoran. Ros ikut denganku sekitar 1 tahun, ia tidak bekerja lagi karena memutuskan untuk menikah di kampungnya.

Pembantu yang paling lama ikut denganku sampai saat ini adalah Nisa. Nisa bekerja denganku selama 5 tahun. Nisa membantu mengasuh Leo dari Leo berumur 3 tahun sampai Leo kelas 2 SD, mengantar jemput ke sekolah dan menemai Leo bermain. Kalau masalah pekerjaan rumah tangga mungkin tidak terlalu istimewa tapi Nisa adalah satu-satunya pembantu yang di tangisi oleh Leo waktu memutuskan untuk tidak bekerja lagi denganku karena ingin menikah. Saking akrabnya Leo dan Nisa sudah seperti kakak adik, jadi Leo merasa kehilangan. Aku harus menjelaskan ke Leo waktu itu bahwa pembantu bisa berganti-ganti, tidak bisa selamanya ikut dengan kita. Sampai sekarang kami masih berhubungan baik dengan Nisa karena ia menikah dengan orang yang tinggal dekat dengan rumahku. Terakhir Nisa dan anaknya si April datang ke rumah untuk menjenguk Adel waktu Adel baru lahir.

Orangnya kecil dan pendek, baru kali ini aku mendapatkan pembantu dari daerah Jawa Tengah, namanya Kirti tapi lagi-lagi kami punya panggilan kesayangan untuknya, “Ketty”. Nah Kirti ini pernah mencuci dompet Jessy di mesin cuci sehingga menghancurkan semua kartu yang tersimpan di dalamnya. Walau kesal tapi kami tidak memarahinya, Kirti hanya 1 tahun ikut dengan kami sepertinya dia ingin mencari gaji yang lebih tinggi di tempat lain.

Nah kalau yang satu ini, karena tomboy dan bisa naik motor kami mengganti namanya dari Yanti menjadi Yanto. Penampilannya luar biasa, ada tato di lehernya, lidahnya di piercing dan rambutnya berganti-ganti model dari di cat warna merah, di hair extention …pokoknya Yanti ini lebih sering ke salon di bandingkan dengan aku. Kadang Yanti menjemput aku pulang kerja dari halte busway di Sunan Giri dengan motor, walau bawa motornya sedikit ugal-ugalan tapi lumayan juga daripada naik ojek atau mikrolet yang suka ngetem. Hebatnya lagi Yanti ini juga ikutan fitness lho….. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya Yanti sempat ikut selama 3 tahun denganku. Dia tidak bekerja lagi karena mau menikah.

Teteh Tini, kami tidak memanggil dengan nama panggilan mbak karena di rumah kami ada 2 orang yang bernama sama: Tini. Jadi yang satu kami panggil mbak Tini dan yang satu lagi kami panggil teteh Tini. Mbak Tini ikut membantu bisnis ibuku membuat jamu, sedangkan teteh Tini membantuku menjaga Adel yang waktu itu baru berusia hampir 3 bulan. Kehadiran teteh sedikit membuatku merasa tenang untuk kembali bekerja setelah cuti selama 3 bulan karena melahirkan anak keduaku si Adel. Waktu baru datang teteh Tini ini kurus, susah makan, seleranya berbeda dengan kami. Mungkin sebagai orang Sunda beda selera dengan kami orang Jawa. Teteh tidak suka indomie, tidak suka makanan bersantan, sukanya ikan asin dan lalapan saja. Karena susah makan, teteh jadi sering sakit, kalau tidak pusing, lemes mungkin karena kurang makan. Aku sering mengeluarkan uang extra untuk pembelian vitamin dan obat-obatan untuk teteh. Sayang walau kerja teteh bagus dan sayang dengan Adel tapi kondisi keluarganya menyebabkan teteh tidak bisa bekerja kembali denganku setelah 2 tahun. Suaminya sering sakit dan tidak bisa bekerja, aku sebenarnya kasihan dengan teteh tapi tidak bisa memaksakan kehendak. Ketika aku merelakan teteh untuk tidak kembali bekerja lagi dan sudah mendapatkan penggantinya, tiba-tiba teteh menghubungi lagi untuk kembali bekerja. Aku bingung, di satu sisi aku ingin teteh kembali bekerja tapi di sisi lain aku sudah mendapatkan penggantinya. Andai aku punya uang banyak mungkin aku akan punya lebih dari 1 pembantu di rumah.

Santi, aku belum bisa bercerita banyak mengenai Santi, ketika aku menulis cerita ini belum genap satu bulan ia bekerja denganku. Yang pasti siapapun orangnya, aku merasa amat terbantu dengan kehadiran seorang pembantu, walau kadang terlintas di pikiranku kalau nanti Leo dan Adel sudah besar dan sudah mandiri mungkin kegalauan di tinggal pembantu pulang kampung tidak seperti sekarang. Pembantu itu membuatku mempunya “me time”, setelah capek seharian bekerja di kantor, sampai di rumah inginnya istirahat tidak di sibukkan dengan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci dan menyeterika baju.

Satu hal aku selalu menganggap pembantu itu bagian dari keluarga, kadang kalau mereka berhenti bekerja dan pergi aku sering sedih juga. Tapi seperti nasehatku ke Leo dulu, pembantu bisa datang dan pergi tapi hidup harus tetap berjalan ada atau tidak ada seorang pembantu.

Minggu, Desember 23, 2012

Happy Birthday Adel....

20-12-2012

Happy Birthday ADEL.......

Adel, selamat ulang tahun yang ke-2

Semoga makin sehat, makin pintar, makin sayang sama mama, papa, abang leo dan semua...

Asma dan nasi kuning buatan Oma untuk Leo


 
14 November 2012, sudah lama tidak pernah kambuh asmanya tiba-tiba ada kabar dari sekolah kalau Leo terserang asma. Sebelumnya memang Leo sudah batuk, sudah di bawa ke dokter umum yang kebetulan teman SDku, tapi ternyata belum sembuh. Sewaktu serangan pas obat asmanya habis sehingga guru dan sekolah menjadi panik dan segera menghubungi Jessy suamiku. Karena asmanya cukup parah aku memutuskan pulang cepat dari kantor dan langsung menjemput Leo di sekolah untuk di bawa ke Rumah Sakit. Sewaktu aku datang Leo ternyata sudah bisa berjalan dan sedang menuju toilet, “Aku gak apa-apa, mau ikut Bimbel aja” kata Leo. Tapi tangan nya masih bergetar dan masih kelihatan lemas, jadi aku agak memaksa Leo untuk ke Rumah Sakit. Sampai di Rumah Sakit Leo langsung di kasih oksigen dan di inhalasi (uap), nafasnya sudah cukup membaik di bandingkan waktu aku telepon dari kantor masih terenggah-enggah. Karena Leo sempat kejang dokter UGD meminta Leo untuk cek darah, ternyata ada infeksi dan kaliumnya rendah, harus banyak makan pisang katanya. Setelah konsultasi dengan dokter ahli penyakit dalam, Leo di minta untuk di rawat saja karena harus di berikan antibiotik dosis tinggi dari infus. Diagnosanya bronchitis dan asma. Hari itu adalah 4 hari menjelang hari ulang tahun Leo, aku berharap Leo bisa keluar dari Rumah Sakit sebelum hari ulang tahunnya.


Hari Sabtu, tanggal 17 November 2012 Leo sudah boleh kembali ke rumah. Aku meminta Mami Dina mertuaku untuk memasak nasi kuning dan pernak perniknya seperti ayam goreng, urap sayur, perkedel dan telor balado untuk acara makan siang ulang tahun Leo yang jatuh pada hari Minggu, 18 November 2012. Selain nasi kuning, Mami Dina membuat puding dan menyiapkan barbeque sate ayam dan ayam panggang. Aku membelikan kue ulang tahun Blueberry Chess Cake dari Harvest.

Minggu, 18 November 2012, Selamat Ulang Tahun ke 14 tahun Leo, Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan dan menjaga setiap langkah hidupmu. Tak terasa 14 tahun sudah berlalu, tinggimu sudah melewati mama. Semoga engkau selalu menjadi kebanggaan kami, selalu sayang dan berbakti kepada orang tua dan adikmu Adel, tetap semangat belajar sampai tercapai cita-citamu, menjadi anak yang baik dan santun di lingkungan keluarga dan masyarakat dan tetap jaga kesehatan yah…………….. We always love you Leo. Happy Birthday!

Rabu, Agustus 22, 2012

Lebaran 2012 di Cipanas

Lebaran kemaren kami semua berlibur ke Cipanas, sebenarnya sih ada acara arisan keluarga tapi sekalian kumpul-kumpul juga dengan keluarga yang lain. Kalau tidak begitu biasanya semua sibuk dengan urusan masing-masing dan jarang bertemu. Supaya tidak kena macet kami memutuskan untuk berangkat dari Bogor sekitar jam 11 malam. Ternyata keputusan yang tepat karena jalan lancar dan bisa tiba di Cipanas kurang dari 2 jam saja.

Di Cipanas kami menginap di rumah keluarga adik iparku yang mempunyai rumah yang cukup besar di sana, ada juga penginapan yang di sewakan. Halamannya juga cukup luas, jadi Jessy dan Leo tidur di tenda yang sengaja kami bawa dari Jakarta. Kalau sudah malam sampai pagi, udara yang dingin membuat kami seperti tidur di ruangan ber AC, tapi kali ini lebih segar karena memang dingin karena alam bukan karena mesin. Kalau siang memang panas karena sinar matahari tapi tetap saja ada angin sejuk yang berhembus. Inginnya tidur dan makan saja kalau suasana seperti ini.
.
Supaya tidak bosan, selain naik delman dan berenang, hiburan di sana adalah mengunjungi Vihara dekat rumah, tempatnya bagus seperti biara shaolin di film-film mandarin. Jadi kita bisa berfoto-foto dengan pemandangan yang sedikit beda...


Kalau ke Cipanas yang tak pernah kami lewatkan adalah membeli susu segar dari peternakan. Kami sudah cukup lama menjadi langganan di peternakan ini. Selain membeli susu, anak-anak juga senang melihat langsung sapi perah dan juga anak sapi yang ada di sana.

Ibu ini adalah sosok petani/peternak yang sukses, selain memiliki beberapa ekor sapi perah, ia juga punya peternakan ayam, ikan dan juga punya warung yang menjual langsung hasil ternak dan susu nya. Selain di jual ke koperasi ia juga menjual langsung susu di warungnya. Semua keluarganya termasuk anak-anaknya semua ikut bekerja di peternakan. Kami sudah cukup lama mengenal ibu ini dan juga menjadi pelanggan susu segarnya. Kadang walau tidak ke Cipanas, Jessy menitip ke temannya yang sering pulang ke daerah Cipanas. Jangan lupa simpan susu segar di Freezer kalau belum mau langsung di konsumsi yah...

Akhirnya kami harus pulang juga, hari Rabu jam 5 pagi kami memutuskan untuk kembali ke Jakarta, tapi sebelumnya kami mampir dulu ke Bogor. Di jalan tol kami melihat masih banyak mobil-mobil dari Jakarta yang menuju ke arah Puncak. Untung kami tidak kena macet, karena sebelumnya Puncak macet total karena ada kegiatan di Istana Cipanas, jadi jalan ke arah Jakarta di tutup. Puncak memang magnet untuk orang Jakarta yang ingin berlibur. Walau sering macet tidak membuat orang Jakarta kapok berlibut ke Puncak, mungkin karena sudah terbiasa macet jadi kalau ke puncak macet sudah biasa bagi orang Jakarta.

Adel dan Papa

Kalau Papa-nya sedang sibuk membersihkan motor atau mengganti mesin untuk produksi jamu di rumah pasti Adel ikut sibuk juga. Daripada mengganggu biasanya Adel di suruh membantu mengambil dan membersihkan peralatan. Kalau sedang cuci motor pasti baju Adel ikutan basah semua, kali ini Adel sibuk memperhatikan Papa yang sedang mengganti peralatan produksi jamu yang sudah rusak. Lihat saja di foto ini serius sekali Adel memperhatikan Papa. Wah anak perempuan malah punya minat seperti Papa nya yah.......


Catatan kecil : karena terlalu lama tidak pernah menulis di blog, sampai aku hampir lupa passwordnya. Padahal banyak hal-hal indah yang bisa di ceritakan.....